MIU Login

Anak Sedih kok di marahin! Yuk! Mengenal sosial Emosional dasar “Sedih” Dan cara mengatasinya.

Oleh : Alfi Najmi Rahmania

Sedih juga bisa kita jadikan sebagai kesempatan kita untuk memberikan perhatian memberikan kasih sayang, yang mana terkadang ada anak yang gak suka atau jengkel kepada orangtua maupun guru dia merasakan kehangatan dan pola pikirnya menjadi berubah bahwa ternyata guru/orang tuanya sangat sayang dan perhatian kepada diri si anak.

Hai bunda bunda sering kali kan kita mendapati buah hati yang sedang sedih, entah sedih karena kecewa atau karena yang lain nya, udah tau cara mengatasi nya belom yuk simak baik baik agar bunda bunda bisa mengenal bentuk Sosial Emosial yang satu ini dan tau cara mengatasi nya.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang artinya saling membutuhkan satu sama lain begitu pula anak, anak di ciptakan sebagai makhluk sosial yang mana anak dapat melakukan interaksi kepada orang lain baik dalam bentuk verbal maupun non verbal, bentuk interaksi ini juga harus bisa di kembangkan agar anak bisa menjalin hubungan yang baik di lingkungan nya selain itu orang tua juga harus memberi pembelajaran yang positif dan juga interaksi harus sering di latih agar dapat di Terima dengan baik di lingkungannya dan anak bisa tetap menjalin hidup dimanapun ia berada.

Pada Anak Usia dini perkembangan otak anak meningkat hingga 80% dengan demikian sosial emosional anak harus dikembangkan agar si anak tau emosi yang ada pada dirinya,sebagai orang tua juga harus bisa mengetahui tindakan ketika anak sedang ada di salah satu emosi tersebut, ketika anak tidak bisa mengetahui dan mengendalikan emosi nya maka ia akan sangat sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya,begitu pula sebaliknya.

Perilaku sosial pada anak bisa diterapkan lewat teman sebayanya dan orang-orang sekitar nya,

untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak orang tua dapat melihat saat tingkah laku si anak tersebut kepada temannya saat ia main dan berinteraksi terhadap sekeliling nya, perlu bunda ketahui bahwa setiap anak memiliki bentuk sosial emosional yang berbeda beda. Ada anak yang sudah mengontrol emosinya dengan baik ataupun sebaliknya, Maka dari itu orang tua juga harus menanam nilai nilai agama kepada diri anak (2021) bunda bunda udah tau belom apa perbedaan Sosial dan Emosional? Jadi kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda akan tetapi kedua nya saling berhubungan, sosial sendiri memiliki makna interaksi sesama manusia sedangkan emosional adalah perasaan yang dimiliki seseorang baik itu perasaan senang sedih atau marah jadi Sosial Emosional adalah perasaan yang dimiliki seseorang dalam berinteraksi.

Seperti Tema di atas kali ini saya akan membahas mengenai sosial emosional dasar “Sedih”,apasih sedih itu? Menurut kamu besar bahasa Indonesia/KBBI sedih adalah perasaan sangat pilu dalam hati yang dapat menimbulkan rasa susah atau gelisah menurut para ahli sedih merupakan perasaan kecewa, bingung, kecil hati, putus asa,dan tidak berdaya (EkmanEkman, 2008) setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya sedih entah itu sedih gara-gara kesedihan atau sedih karena kebahagiaan namun kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan sebab jika kita terlalu larut dalam kesedihan maka akan muncul rasa kurang nya berenergi, sulit konsentrasi,hingga dapat merubah nafsu makan dan lain sebagainya,perlu kita ketahui bahwa rasa sedih yang dimiliki setiap orang itu ada berbagai macam jenis,penting sekali orang tua maupun guru bisa mengendalikan sosial emosional Yang satu ini karena hal ini dapat mempengaruhi faktor psikologis si anak tersebut.

Biar kan anak bersedih terlebih dahulu hingga si kecil tenang dan bisa kembali berinteraksi kepada kita.

Nah berikut ini cara mengendalikan emosional “Sedih” Pada anak

    1. Cari sumber kesedihan anak

contohnya bunda atau ayah bertanya atau mencari tau “adek kenapa sini sini cerita ke bunda/ayah” Atau bisa dengan pertanyaan yang lain yang tidak menekan kondisi si anak tersebut.

    1. Alihkan perhatian anak

Contohnya ayah atau bunda membujuk si kecil seperti ” Itu tu disana ada burung/ayuk beli es krim yuk sama ayah / bunda” Atau alihkan dengan cara memberikan sesuatu yang si kecil suka

    1. Gunakan obyek pengganti

Hal ini hampir sama dengan contoh yang nomer dua, yaitu mengalihkan perhatian anak agar anak tidak teru terus dan bersedih

    1. Ajarkan anak belajar tegar

Biar kan anak bersedih terlebih dahulu hingga si kecil tenang dan bisa kembali berinteraksi kepada kita.

Tapi kan ada anak yang suka menyendiri saat sedang sedih, lalu gimana dong?

Sedih juga bisa kita jadikan sebagai kesempatan kita untuk memberikan perhatian memberikan kasih sayang, yang mana terkadang ada anak yang gak suka atau jengkel kepada orangtua maupun guru dia merasakan kehangatan dan pola pikirnya menjadi berubah bahwa ternyata guru/orang tuanya sangat sayang dan perhatian kepada diri si anak karena hal tersebut, saat menghadapi situasi seperti ini hal pertama kali yang kita lakukan adalah sabar dan jangan terbawa suasana, cukup tenang kan diri dan tenangkan hati si anak karena kalo kita terbawa suasana maka yang ada hanya si anak semakin tertekan, karena pada saat situasi itu si kecil hanya butuh perhatian dan kasih sayang.

Tapi kan ada anak yang suka menyendiri saat sedang sedih, lalu gimana dong? Nah untuk anak yang seperti itu beri si kecil waktu untuk menenangkan dirinya beri ia waktu untuk merenungi apa yang sedang terjadi pada dirinya,jika anak sudah mulai tenang dan sudah mulai mau berinteraksi berilah mereka perhatian seperti ” Ada masalah apa?, sini cerita ke bunda,Adek sedih kenapa” Dan lain sebagainya.

Kesimpulan nya ialah bahwa sangatlah penting memperlajari sosial emosional karena dengan itu kita dapat mengetahuai segala sesuatu yang terdapat pada diri kita maupun anak, dan hal ini dapat membantu si anak menyelesaikan tugas masa perkembangannya dengan baik sehingga anak dapat diterima di lingkungan sekelilingnya selain itu kita dapat mengetahui bahwa manusia adalah makhluk sosial yang mana saling membutuhkan antara manusia satu dengan lain nya

Berita Terkait