MIU Login

Era Society 5.0, Persiapkan Calon Guru Profesional di Masa Mendatang

Era super smart society (society 5.0) sudah dikenalkan oleh Jepang pada tahun 2019. Tantangan juga perubahan banyak dilakukan di era society 5.0 ini, terlebih dalam bidang pendidikan. Dalam menyongsong era society 5.0 dunia pendidikan memiliki peran utama untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. 

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maliki Malang mengadakan kuliah tamu selama tiga hari, dimulai hari Selasa (4/10/22) hingga hari Kamis (06/10/22) mendatang. Bertempat di Gedung Ir. Soekarno lantai 5, kuliah tamu hari pertama mendatangkan pemateri yang sangat luar biasa yakni Dr. Udin Supriadi, M.Pd, Kaprodi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Tema yang diangkat pun dibutuhkan mahasiswa dan mahasiswi FITK untuk mempersiapkan diri menjadi calon guru yang hebat kelak. Kuliah tamu hari pertama bersama mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dan  Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS). Bapak Udin sebagai pemateri pada kuliah tamu hari pertama yang bertajuk “Membangun Jiwa Pendidik Profesional di Era Society 5.0”. 

Sebelum dipaparkannya materi oleh Kaprodi IPAI UPI Bandung, sambutan demi sambutan dilayangkan oleh Dekan FITK UIN Maliki Malang dan jajarannya. Penampilan dari perwakilan mahasiswa  PIPS dan PAI turut membuka kegiatan hari itu. “Ciri khas yang menonjol dari era society 5.0 ini adalah menggabungkan dunia Maya (cyber space) dengan dunia fisik (physical space)”, begitulah pernyataan dari Bapak Udin yang menjadi pemantik kuliah tamu hari ini.

SelanjutnyaBapak Udin juga menyebutkan setidaknya terdapat tiga hal yang harus dimanfaatkan oleh pendidik di era society 0.5, antara lain Internet of things (IoT), Virtual/Augmented reality, dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Beberapa hal tersebut diperlukan untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran bagi para pelajar.

Era society 5.0 merupakan tantangan bagi para guru serta calon guru di masa yang akan datang. Era yang semakin modern, para siswa dipastikan lebih canggih dalam penggunaan peralatan teknologi dan gadget. Oleh karena itu guru diharapkan mampu mengimbangi kemampuan yang dimiliki siswanya. “Bagi calon guru di masa mendatang perbanyak ilmu dan perbanyak keterampilan”, pesan Bapak Udin pada kuliah tamu ini.

Sebagai penutup, Bapak Udin menuturkan bahwasanya manusia memiliki akal, kecerdasan, dan kebebasan untuk memilih, maka sikap egosentris pun kerap membuntuti. Namun, keunggulan berupa akal yang dimiliki manusia tidak bisa lari dari hakikatnya sebagai makhluk Tuhan. Maka manusia sebagai makhluk tak layak mengajari dan mendikte tentang kebaikan untuk dirinya. Manusia hanya mampu beraktivitas yang mendekatkan diri dan bertawakkal kepada-Nya.

(SobatQu, Tim Pers PIAUD)

Berita Terkait