MALANG – Forum Ketua Kelas (FKK) Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses digelar pada Rabu, 17 September 2025, di Gedung B, Ruang 217. Acara ini merupakan inisiatif penting untuk memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan pihak akademik.
Forum yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.00 ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kaprodi PIAUD UIN Malang, Bapak Akhmad Mukhlis, M.A., dan Sekretaris Prodi, Dr. Melly Elvira, M.Pd. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen penuh dalam mendengarkan masukan dari mahasiswa. Pertemuan ini juga melibatkan para Ketua Kelas dari angkatan 2022, 2023, 2024, dan 2025, serta perwakilan dari Networking PIAUD UIN Malang dan Pers PIAUD UIN Malang.

Diskusi Akademik dan Perencanaan Kegiatan Mahasiswa
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Akhmad Mukhlis, M.A. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran FKK sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi secara efektif. Setelah pembukaan, forum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi intensif. Para ketua kelas secara bergantian menyampaikan berbagai isu akademik, termasuk penyesuaian jadwal perkuliahan dan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi
“Kami ingin setiap pencpaian mahasiswa mendapat perhatian dari kampus. Akan sangat menyenangkan jika ada flayer ucapan selamat saat teman teman berhasil meraih prestasi, sebagai bentuk dukungan sekaligus motivasi” ucap ketua kelas angkatan 2023
Aspirasi diterima dengan baik oleh pihak prodi, yang berjanji akan menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan. Selain membahas isu-isu akademik, forum ini juga digunakan sebagai sarana untuk merencanakan kegiatan kemahasiswaan mendatang. Beberapa agenda yang dibahas adalah rencana seminar dan acara-acara lain yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman belajar mahasiswa PIAUD.
Membangun Komunikasi yang Lebih Baik
FKK PIAUD UIN Malang ini diharapkan menjadi kegiatan rutin yang dapat memfasilitasi komunikasi yang terbuka dan transparan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan keputusan yang diambil oleh prodi selaras dengan kebutuhan dan aspirasi mahasiswa, sehingga tercipta lingkungan akademik yang lebih kondusif dan suportif.





