{"id":1901,"date":"2022-10-04T07:00:08","date_gmt":"2022-10-04T07:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/?p=1901"},"modified":"2022-10-04T07:00:08","modified_gmt":"2022-10-04T07:00:08","slug":"4-rekomendasi-tren-tiktok-untuk-merekatkan-hubungan-dengan-sang-buah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/4-rekomendasi-tren-tiktok-untuk-merekatkan-hubungan-dengan-sang-buah-hati\/","title":{"rendered":"4 Rekomendasi Tren TikTok untuk Merekatkan Hubungan dengan Sang Buah Hati"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">Puja Nor Fajariyah*<\/p>\n<p><b><i>\u201cBond is stronger than blood. The family grows stronger by bond.\u201d -Ithohan Eghide<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa kita sadari, pendidikan pengasuhan alias <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting education<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saat ini sudah bukan lagi satu hal yang dianggap awam dan baru. Namun, hal ini terkhusus bagi para golongan generasi milenial yang sudah masuk ke masa mereka menjadi orang tua baru. Tak dapat dipungkiri bahwa membangun keluarga dan mengasuh anak adalah dua hal yang berbeda namun sama-sama berat. Apalagi ketika kita tahu bahwa saat ini semua hal sudah berorientasi pada internet dan sosial media sehingga menjadi tantangan bagi orang tua untuk dapat mendidik anak sesuai pada masanya yaitu mau tidak mau harus mengenalkan dan membuat anak dengan internet namun ada titik kekhawatiran bahwa anak akan kecanduan dan justru membuat hubungan antara anak dan orang tua menjadi jauh dan renggang hanya karena ini. Salah satu platform yang begitu banyak digunakan oleh para orang tua dan anak saat ini yaitu TikTok. Tak sedikit, tren di TikTok yang mudah untuk viral namun sebenarnya dampaknya buruk. Misal, anak menari dengan latar belakang lagu dewasa yang tidak sesuai dengan umurnya. Tentu, para orang tua tidak mau bukan hal ini terjadi pada anak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika diketahui hal ini biasanya orang tua langsung sama sekali takut dan melarang anak untuk membuka TikTok karena khawatir anak akan terpengaruh dan mengikuti tren yang berdampak buruk bagi perkembangan anak. Padahal, ternyata masih banyak tren di TikTok yang justru dapat dilakukan oleh orang tua untuk lebih mendekatkan hubungan dengan anak. Well, kali ini penulis akan memberikan rekomendasi tren TikTok yang dapat diikuti oleh ayah dan bunda di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memasak bersama anak\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tren ini biasanya ayah dan bunda membersamai anak membuat menu makanan sederhana seperti membuat telur dadar atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pancake. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah aman? Tentu. Jadi, meskipun memasak bersama, namun anak hanya diberikan tugas sederhana seperti membantu mengambilkan peralatan atau bahan masakan sederhana yang dibutuhkan. Selain mendekatkan hubungan, tren ini dapat membuat anak mengenal berbagai macam kosakata baru bahan masakan dan peralatan masak. Tren ini tidak hanya terbatas pada anak perempuan saja ya ayah bunda, anak laki-laki juga boleh banget untuk ikutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Challenge membuat bekal untuk anak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih sama-sama tentang masakan, hanya saja untuk tren yang ini anak tidak ikut dalam proses memasak. Namun, disini hanya ayah dan bunda yang bekerjasama untuk membuatkan bekal bagi anak. Manfaatnya adalah bunda dapat mengajari ayah tentang bagaimana cara membuat bekal untuk anak sehingga nanti bisa berbagi tugas dengan bunda.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Sehari bersama Ayah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika ibu yang terbiasa menemani anak dari mulai bangun tidur hingga kadang tidur lagi, maka di tren ini adalah sebaliknya. Jadi, ayah diberikan tanggungjawab untuk menghabiskan waktu dan mendokumentasikan aktivitas selama seharian penuh bersama anak. Ketika anak seharian bersama ayah, ibu dapat menggunakan waktu yang ada untuk istirahat sejenak atau menikmati waktu sendiri di tempat terpisah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan Challenge TikTok sederhana bersama anak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa saat ini, di TikTok sedang viral beberapa lagu anak dan cocok untuk dilakukan oleh ayah dan bunda bersama anak. Misal, lagu \u201cQuinn Salman-Tiba-tiba\u201d.\u00a0 Tenang, karena termasuk lagu anak, lirik lagu, serta gerakan tarian yang sederhana untuk ditiru oleh ayah, bunda, dan anak, maka tren yang satu ini tidak akan terlalu menyulitkan ayah dan bunda kok. Dengan mengikuti tren ini kita juga sebenarnya tanpa sadar sedang ikut dalam mempopulerkan lagu anak loh ayah bunda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tadi 4 rekomendasi tren TikTok yang dapat diikuti oleh ayah dan bunda di rumah. Sebenarnya yang perlu untuk diketahui dan dilakukan oleh ayah dan bunda adalah bukan sepenuhnya tidak memberikan akses pada anak untuk membuka atau menonton tren-tren yang sedang berkembang di sosial media khususnya TikTok. Namun, ayah dan bunda cukup memberikan pendampingan dan harus selektif dalam mengajari serta memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">treatment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terhadap anak. Jadi, gak semua tren itu buruk ya ayah bunda. Ada juga kok tren TikTok yang ternyata mampu untuk merekatkan hubungan ayah bunda bersama anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga tulisan ini bermanfaat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>*Alumni PIAUD UIN Malang 2022<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puja Nor Fajariyah* \u201cBond is stronger than blood. The family grows stronger by bond.\u201d -Ithohan Eghide Tanpa kita sadari, pendidikan pengasuhan alias parenting education saat ini sudah bukan lagi satu hal yang dianggap awam dan baru. Namun, hal ini terkhusus bagi para golongan generasi milenial yang sudah masuk ke masa mereka menjadi orang tua baru. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1908,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[49,50,51,52],"class_list":["post-1901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alumni","tag-alumni","tag-attachment","tag-kolom-alumni","tag-tren-tiktok"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}