MIU Login

Workshop Penyusunan Perencanaan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Kegiatan Pembelajaran di RA Aljauhar untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini

Malang, 17 April 2026 RA Aljauhar telah mengadakan workshop “Penyusunan Perencanaan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Kegiatan Pembelajaran” Kegiatan ini menyasar para pendidik dan pengelola Raudhatul Athfal (RA) setempat dengan harapan lembaga tersebut menjadi pelopor penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang autentik, terstruktur, dan berkelanjutan. Dengan pemateri workshop dari salah satu dosen PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ibu Sandy Tegariyani Putri Santoso M.Pd dan dimoderatori oleh Nuriani Lestari, salah satu dari mahasiswi AM-KKM PIAUD UIN Malang. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi yang sangat efektif. Seluruh peserta (para guru/ustadzah) menunjukkan antusiasme tinggi dalam membedah komponen perangkat pembelajaran secara mendalam. Suasana ruangan mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas instruksional melalui diskusi teknis dan pemecahan masalah secara kolektif. Melalui proses yang komprehensif ini, diharapkan setiap modul yang dihasilkan mampu menjadi instrumen efektif dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna di kelas.

Kurikulum Berbasis Cinta sendiri merupakan kurikulum yang lahir dari KMA No. 1503 sebagai penyesuaian atas KM No. 450 Tahun 2024. Kurikulum ini dirancang dengan menitikberatkan pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional anak. Bagi RA Aljauhar, workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah momentum transformatif dalam memaknai ulang hakikat mendidik anak usia dini.

Salah satu materi utama yang dibahas dalam workshop adalah Kerangka 5-5-5, fondasi filosofis KBC yang terdiri atas tiga pilar: 5 Tujuan karakter (humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan penuh cinta), 5 Panca Cinta sebagai nilai inti (cinta Allah & Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri & sesama, serta cinta tanah air), dan 5 Lingkungan Belajar yang harus diwujudkan (aman, nyaman, ramah, menyenangkan, dan sejahtera). Kerangka ini dirancang sebagai kompas bagi guru dalam menyusun program pembelajaran harian yang tidak hanya mencetak anak pintar, tetapi juga berakhlak dan berempati. Workshop juga membahas pembagian ruang lingkup kegiatan dalam KBC yang meliputi intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler mencakup muatan inti seperti Al-Qur’an Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab. Sementara kokurikuler difokuskan pada penguatan moderasi beragama dengan indikator komitmen kebangsaan, anti kekerasan, dan sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Adapun ekstrakurikuler disiapkan sebagai ruang kreatif bagi anak untuk mengeksplorasi minat dan bakat secara terarah.

Peserta workshop turut dilatih memetakan capaian pembelajaran sesuai Keputusan Kepala BSKAP Kemendikdasmen No. 046/H/KR/2025 ke dalam tema Panca Cinta secara terstruktur. Capaian pada elemen Nilai Agama & Budi Pekerti, Jati Diri, hingga Dasar-Dasar Literasi dan Sains masing-masing dikaitkan dengan satu atau beberapa tema Panca Cinta yang relevan. Pemetaan ini membantu guru merancang kegiatan pembelajaran yang kaya makna dan berpijak kuat pada nilai-nilai inti KBC. Dari sisi metodologi, KBC merekomendasikan lima pendekatan pembelajaran: berbasis pengalaman, pembelajaran mendalam, kreatif dan inovatif, dialog terbuka, serta evaluasi berbasis proses. Kelima pendekatan ini bertumpu pada satu prinsip yang sama bahwa pembelajaran harus menyentuh hati anak, bukan sekadar mengisi kepala. Komunikasi guru kepada murid pun diarahkan untuk mengutamakan koneksi sebelum koreksi, membangun ruang aman bagi setiap anak untuk bersuara dan berkembang.

Melalui kegiatan ini, RA Aljauhar diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang menempatkan anak sebagai subjek, bukan objek pembelajaran. Guru didorong untuk hadir bukan hanya sebagai penyampai materi, melainkan sebagai fasilitator yang sepenuh hati mendampingi tumbuh kembang anak. Kemitraan dengan orang tua dan masyarakat sekitar pun dinilai krusial, mengingat nilai cinta tidak bisa tumbuh hanya dalam batas dinding kelas. Arah ini sejalan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 6077 Tahun 2025 tentang Panduan KBC, yang menegaskan bahwa pendidikan Islam anak usia dini harus menjadi ruang persemaian cinta yang nyata. Workshop ini pun ditutup dengan satu harapan besar: bahwa setiap anak yang duduk di bangku RA Aljauhar kelak tumbuh menjadi insan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penyayang kepada Allah, sesama, alam, dan dirinya sendiri.

Penulis Asisten Mengajar RA Aljauhar :

1. Taurisya Najwa Sakinah         (230105110014)

2. Al-Jum’atul Assyarotuzzahro  (230105110017)

3. Khaisya Nabila Oktami            (230105110052)

4. Nurhaliza Jenia Marshanda       (230105110074)

5. Nuriani Lestari                          (230105110075)

6. Imas Hilyatul Aulia                   (230105110081)

Dosen Pembimbing Lapangan :  

Rikza Azharona Susanti. M.Pd

Klik Link Video After Move disini

More Information :

Email : perspiaud@uin-malang.ac.id
Instagram : officialpiauduinmaliki_
Website : https://piaud.uin-malang.ac.id
Call center : +62 882-9466-2944

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait