Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula RA Muslimat NU 22 Arjowinangun pada Sabtu 4 April 2026. Mahasiswa Asistensi Mengajar di KB/RA Muslimat NU 22 sukses menyelenggarakan rangkaian acara Halal Bihalal dan Seminar Parenting dengan tema yang sangat relevan bagi tumbuh kembang anak di era modern: “Menumbuhkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Melalui Aktivitas Bermakna di Rumah”. Didasari oleh kebutuhan untuk mengubah paradigma bahwa belajar hanya terjadi di sekolah, sekaligus sebagai solusi untuk meminimalisir ketergantungan anak pada aktivitas pasif seperti screen time. Melalui tema ini, orang tua diajak untuk menjadikan rumah sebagai laboratorium kehidupan yang kaya akan stimulasi, di mana kegiatan sederhana sehari-hari dapat diubah menjadi pengalaman belajar lintas disiplin yang mampu mengasah kemampuan berpikir kritis serta kemandirian anak. Selain memperkuat kualitas hubungan antara orang tua dan anak, pendekatan ini juga menciptakan kesinambungan yang baik dengan kurikulum sekolah, sehingga anak tidak sekadar menghafal informasi, tetapi mampu memahami makna di balik setiap pengetahuan yang mereka dapatkan melalui praktik nyata di lingkungan yang paling aman bagi mereka.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB yang dipandu oleh Lavina selaku pembawa acara. Kemeriahan pembukaan dilanjutkan dengan sambutan hangat dari kepala sekolah RA Muslimat NU 22 Ibu Hj. Nurul Khasanah, M.Pd, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendidik karakter anak. Pola asuh di rumah dan koordinasi antara orang tua serta guru merupakan dua pilar utama yang harus berjalan selaras demi optimalisasi perkembangan karakter dan kemampuan anak. Pola asuh di rumah berperan sebagai fondasi melalui penerapan nilai-nilai konsisten, pemberian stimulasi kasih sayang, serta penguatan kemandirian yang mendukung kesiapan belajar anak. Hal ini kemudian diperkuat dengan koordinasi intensif bersama pihak sekolah untuk memastikan adanya keselarasan dalam memfasilitasi penugasan serta sinkronisasi materi pembelajaran, sehingga anak mendapatkan stimulasi yang serupa baik di kelas maupun di lingkungan keluarga. Melalui komunikasi dua arah yang terbuka, guru dan orang tua dapat memantau perkembangan anak secara utuh dan memberikan penanganan yang seragam jika muncul kendala, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang harmonis dan terpadu bagi anak. Sebelum memasuki sesi inti, Bintang Maharani selaku moderator mengajak seluruh peserta melakukan ice breaking untuk mencairkan suasana dan membangkitkan semangat wali murid yang hadir.

Puncak acara ditandai dengan pemaparan materi oleh narasumber ahli, Ibu Ratna Nulinnaja, M.Pd.I. selaku dosen dari program studi PGMI. Dalam sesinya, beliau menyoroti bahwa pendidikan bukan sekadar transfer kecerdasan intelektual, tetapi juga soal mengasah hati. “Mendidik anak bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang mengajarkan hati yang mudah memaafkan,” ungkap Ibu Ratna dalam pesan edukatifnya. Beliau memaparkan strategi praktis bagi orang tua agar dapat menciptakan aktivitas bermakna di rumah yang mampu memicu Deep Learning atau pembelajaran mendalam pada anak. Konsep ini mengajak anak untuk tidak sekadar menghafal, namun memahami nilai dan makna dari setiap aktivitas keseharian mereka.
Berdasarkan paparan materi dan pesan edukatif yang disampaikan, terdapat beberapa poin penting bagi orang tua dalam menerapkan pembelajaran bermakna di rumah. Pertama, membangun kepercayaan ketika anak ingin bercerita, karena hal tersebut menandakan bahwa anak merasa nyaman dan percaya kepada orang tuanya. Kedua, memberikan pendampingan dengan sabar, sebab anak tidak dapat langsung melakukan segala sesuatu dengan benar dan setiap kesalahan merupakan bagian dari proses belajar yang perlu didampingi. Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk membangun komunikasi positif dengan mengurangi penggunaan kata-kata negatif saat bersama anak, serta tidak marah atau melarang tanpa memberikan penjelasan yang logis. Konsistensi dalam pola asuh dan pembentukan visi serta misi keluarga yang khas juga dinilai penting tanpa harus membandingkan diri dengan keluarga lain. Orang tua pun diharapkan selalu memberikan apresiasi terhadap setiap usaha yang dilakukan anak dan mengajarkan cara mempertahankan diri secara tepat.
Peserta yang didominasi oleh wali murid tampak sangat antusias mengikuti kegiatan. Hal ini terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif selama 30 menit. Banyak orang tua berkonsultasi langsung mengenai tantangan dalam mendampingi proses belajar anak di rumah. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bintang selaku moderator untuk keberkahan keluarga besar RA Muslimat NU 22. Sebagai kenang-kenangan, seluruh peserta, narasumber, dan jajaran guru melakukan sesi foto bersama yang dikoordinasikan oleh Yani dan Riska. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua dapat menjadi mitra yang lebih solid bagi sekolah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang bermakna demi mencetak generasi yang cerdas secara akal dan mulia secara akhlak.
Penulis Mahasiswa Asistensi Mengajar :
Bintang Maharani :(230105110041)
Nur Ayub Amaliyani :(230105110002)
Arini Rosyidatul Haq :(230105110066)
Lavina Mu’tiyah Rahmah :(230105110043)
Maysa Nura Virgina :(230105110028)
Riska Ainul Rohmah :(230105110022)
More Information
Email : perspiaud@uin-malang.ac.id
Instagram : officialpiauduinmaliki_
Website : https://piaud.uin-malang.ac.id
Call center : +62 882-9466-2944