{"id":2683,"date":"2023-08-06T04:25:27","date_gmt":"2023-08-06T04:25:27","guid":{"rendered":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/?p=2683"},"modified":"2023-08-06T04:25:27","modified_gmt":"2023-08-06T04:25:27","slug":"mengetahui-asal-usul-timbulnya-rasa-cemas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/mengetahui-asal-usul-timbulnya-rasa-cemas\/","title":{"rendered":"Mengetahui asal &#8211; usul timbulnya rasa cemas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Oleh: Nur Izzah Maulida*<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Jangan biarkan cemas menguasai dirimu<\/span><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Apa itu rasa cemas?\u00a0<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Cemas adalah sebuah perasaan yang dialami oleh setiap manusia. <\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Manusia mengalami rasa cemas biasanya karena memikirkan atau terbayang dengan sesuatu kejadian yang mungkin akan terjadi diluar keinginannya. <\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Padahal sesuatu yang direncanakannya belum tentu akan terjadi. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Sentana ( <\/span><\/span><a href=\"https:\/\/adoc.pub\/analisis-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-kecemasan-k.html\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">2016<\/span><\/span><\/a><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"> ) mengemukakan bahwa kecemasan adalah reaksi emosional yang ditimbulkan oleh penyebab yang tidak spesifik bahkan dapat menimbulkan perasaan khawatir, tidak nyaman dan merasa terancam. <\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Dalam buku terjemahan oleh ( <\/span><\/span><a href=\"https:\/\/onesearch.id\/Author\/Home?author=Savitri+Ramaiah\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Ramaiah, 2003<\/span><\/span><\/a><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"> ) puitis bahwa kecemasan biasanya muncul sebagai reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan, dan itu hanya berlangsung sebentar.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia cemas merupakan tidak tenteram hati (karena khawatir, takut); <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">gelisah.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Dapat dikatakan bahwa kecemasan merupakan suatu perasaan.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan ialah suatu bentuk emosi, meskipun bukan bagian dari emosi dasar. <\/span><\/span><\/span><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan sendiri dapat disebut sebagai emosi negatif. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">(Rachman, 1998). <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Dalam tingkatannya kecemasan dapat dibedakan menjadi empat tingkatan yaitu kecemasan ringan, sedang, berat, dan panik.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>Apa saja sih tanda-tanda rasa cemas itu?\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan dapat ditandai dengan adanya gelisah, tegang, khawatir, gemetar, detak jantung cepat, tidak dapat memusatkan perhatian, menjadi gagap atau tremor dan tidak dapat tidur dengan nyenyak (<a href=\"https:\/\/opac.perpusnas.go.id\/DetailOpac.aspx?id=349636\">Stuart and Sundeen, 1998<\/a>).<\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Sebenarnya untuk menilai seseorang sedang merasa cemas atau tidak lebih mudah dengan melihat perilakunya. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Orang yang cemas terlihat dari raut wajahnya yang tegang, namun bukan tegang yang mengerutkan kening, karena pengertiannya sudah berbeda, yaitu marah.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri ekspresi wajah seseorang ketika sedang cemas!\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Seseorang yang cemas biasanya raut wajah tegang, sering menghela nafas panjang, kemudian disertai dengan berjalan mondar mandir, duduk tapi sambil menunduk dan menggerak-gerakkan kaki, atau memegang kepala sambil menunduk (<a href=\"https:\/\/psychology.binus.ac.id\/2016\/03\/03\/wajarkah-merasa-cemas\/#:~:text=Kecemasan\">Rani Agias Fitri, 2016).<\/a><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>Kira-kira ada berapa jenis ya kecemasan itu?\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Freud (dalam Andri and P, <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Andri-Andri-4\/publication\/210277782_Anxiety_Theory_Based_On_Classic_Psychoanalitic_and_Types_of_Defense_Mechanism_To_Anxiety\/links\/08fd487bf74e1f5032ab8275\/Anxiety-Theory-Based-On-Classic-Psychoanalitic-and-Types-of-Defense-Mechanism-To-Anxiety.pdf\">2007 : 235<\/a>) mengungkapkan bahwa jenis \u2013 jenis kecemasan yang terpecah menjadi tiga bagian :<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">A. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan Realitas atau Objektif (Realitas atau Kecemasan Obyektif). <\/span><\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Suatu kecemasan yang bersumber dari adanya ketakutan terhadap bahaya yang mengancam di dunia nyata. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan seperti ini misalnya ketakutan terhadap kebakaran, angin tornado, gempa bumi, atau binatang buas. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan ini menuntun kita untuk berperilaku bagaimana menghadapi bahaya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Tidak jarang ketakutan yang bersumber pada realitas ini menjadi ekstrim. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Seseorang dapat menjadi sangat takut untuk keluar rumah karena takut terjadi kecelakaan pada dirinya sendiri atau takut menyalakan korek api karena takut terjadi kebakaran.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">B. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan Neurosis (Kecemasan Neurotik).<\/span><\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan ini mempunyai dasar pada masa kecil, pada konflik antara pemuasan instingtual dan realitas. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Pada masa kecil, terkadang beberapa kali seorang anak mengalami hukuman dari orang tua akibat pemenuhan kebutuhan id yang implusif Terutama sekali yang berhubungan dengan pemenuhan insting seksual atau agresif. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Anak biasanya dihukum karena secara berlebihan mengekspresikan impuls seksual atau agresifnya itu. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan atau ketakutan untuk itu berkembang karena adanya harapan untuk memuaskan dorongan Id tertentu. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan neurotik yang muncul adalah ketakutan akan terkena hukuman karena memperlihatkan perilaku impulsif yang didominasi oleh Id. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Hal yang perlu diperhatikan adalah ketakutan bukan terjadi karena ketakutan terhadap insting tersebut tetapi merupakan ketakutan atas apa yang akan terjadi bila insting tersebut dipuaskan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">C. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan Moral (Moral Anxiety).<\/span><\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan ini merupakan hasil dari konflik antara Id dan superego. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Secara dasar merupakan ketakutan akan suara hati individu itu sendiri. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Ketika individu termotivasi untuk mengekspresikan impuls instingtual yang berlawanan dengan nilai moral yang termaksud dalam superego individu maka ia akan merasa malu atau bersalah. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Pada kehidupan sehari-hari ia akan menemukan dirinya sebagai \u201chati nurani yang terpukul\u201d. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan moral menjelaskan bagaimana berkembangnya superego. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Biasanya individu dengan kata hati yang kuat dan puritan akan mengalami konflik yang lebih hebat daripada individu yang memiliki kondisi toleransi moral yang lebih longgar. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Seperti kecemasan neurosis, kecemasan moral juga memiliki dasar dalam kehidupan nyata. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Anak-anak akan dihukum bila melanggar aturan yang ditetapkan orang tua mereka. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Orang dewasa juga akan mendapatkan hukuman jika melanggar norma yang ada di masyarakat. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Rasa malu dan perasaan bersalah terkait kecemasan moral.<\/span><\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Dapat dikatakan bahwa yang menyebabkan kecemasan adalah kata hati individu itu sendiri. <\/span><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Freud mengatakan bahwa superego dapat memberikan balasan yang setimpal karena pelanggaran terhadap aturan moral.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Apa pun tipenya, kecemasan merupakan suatu tanda peringatan kepada individu. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Hal ini menyebabkan tekanan pada individu dan menjadi dorongan pada individu yang termotivasi untuk memuaskan. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Tekanan ini harus dikurangi. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kecemasan memberikan peringatan kepada individu bahwa ego berada dalam ancaman dan oleh karena itu apabila tidak ada tindakan maka ego akan terbuang secara keseluruhan. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Ada berbagai <\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">cara ego melindungi dan mempertahankan dirinya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Individu akan mencoba lari dari situasi yang mengancam serta berusaha membatasi kebutuhan impuls yang merupakan sumber bahaya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Individu juga dapat mengikuti kata hatinya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Atau jika tidak ada teknik rasional yang bekerja, individu dapat memakai mekanisme pertahanan (defence mechanism) yang non-rasional untuk mempertahankan ego.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Dari ketiga jenis di atas, rasa cemas sendiri memiliki berbagai manfaat, dan hal ini perlu dimiliki dan bahkan harus dibiarkan saja terjadi dalam kehidupan. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Meskipun dalam rasa cemas sendiri membuat seseorang sangat tidak nyaman, namun perlu diketahui bahwa dengan memiliki rasa cemas secara berlebihan pun juga dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>Apa ya dampak orang kalo punya rasa cemas yang berlebihan?\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"> <span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kalat dan Shiota ( <\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.amazon.com\/Emotion-James-W-Kalat\/dp\/0495912883\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">2012<\/span><\/span><\/a><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"> ) dalam bukunya menjelaskan bahwa cemas yang berlebihan akan membuat terus kepikiran dan akhirnya tidak bisa berkonsetrasi pada apa yang sedang dikerjakan. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Banyak orang merasa stress karena mengalami kecemasan yang tidak tepat atau berlebihan. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Bahkan kecemasan merupakan fitur utama dari banyak masalah psikologis.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kira-kira gimana ya caranya agar kita bisa mengurangi rasa cemas itu?\u00a0<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Untuk mengantisipasi kecemasan yang berlebihan, maka sebaiknya sering melakukan relaksasi agar dapat mengatasi kecemasan tersebut. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Apabila dalam hal tersebut belum juga berhasil maka perlu digali persoalan-persoalan yang tidak disadari yang berpotensi menimbulkan ketegangan dalam diri.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">*Mahasiswa PAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Angkatan 2022<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Nur Izzah Maulida* Jangan biarkan cemas menguasai dirimu Apa itu rasa cemas?\u00a0 Cemas adalah sebuah perasaan yang dialami oleh setiap manusia. Manusia mengalami rasa cemas biasanya karena memikirkan atau terbayang dengan sesuatu kejadian yang mungkin akan terjadi diluar keinginannya. Padahal sesuatu yang direncanakannya belum tentu akan terjadi. Sentana ( 2016 ) mengemukakan bahwa kecemasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2688,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[202,203,43],"class_list":["post-2683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-anxiety","tag-emosi-cemas","tag-kolom-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2683"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2683\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}