MIU Login

Upaya Sinergi Bersama Mencetak Generasi Unggul Melalui Seminar Parenting Di RA Al-Masithoh Tegalgondo Dengan Tema : Optimalisasi Pola Asuh Dan Kerjasama Partnership Dalam Membangun Generasi Yang Unggul

Generasi yang unggul dan berkarakter bukanlah suatu hal yang dapat dicapai dalam waktu yang cukup singkat. Melainkan, dalam hal ini perlu waktu serta pembiasaan agar mampu tertanam pada diri anak. Oleh karena itu, pola asuh merupakan suatu hal yang penting serta memberikan dampak yang sangat luar biasa pada anak dalam segala aspek terutama pada karakternya. Pola asuh adalah suatu cara orangtua dalam menjaga, merawat, serta mendidik anak sesuai dengan pengajaran dan nilai norma yang baik. Seperti halnya, anak yang memiliki perilaku baik adalah hasil terbesar dari pemilihan pola asuh yang tepat.

Anak merupakan suatu titipan serta anugerah terbesar yang diberikan oleh sang pencipta yakni Alllah SWT. Tuhan memberikan amanah kepada setiap orangtua untuk  dijaga, dirawat, dibimbing dengan penuh kasih sayang hingga anak tumbuh dewasa nantinya. Banyak hal yang harus dipahami anak sebagai masa awal belajarnya atau bisa disebut (screening) yakni penyaringan antara yang baik dengan buruk dalam menyikapi suatu rangsangan/ stimulus yang diberikan oleh lingkungan.

Periode kanak-kanak merupakan masa awal serta periode fundamental bagi perkembangan anak. Pada tahapan ini, anak akan menyerap berbagai informasi yang masuk sebagai upaya anak dalam belajar akan pengetahuan dan informasi yang baru. Lebih dari itu, anak juga akan belajar memahami lingkungan melalui interaksi serta adaptasi dengan orang yang dekat disekitarnya. Stimulus yang dimaksud diberikan oleh orang dewasa yakni baik orangtua, guru, teman juga menjadi tahapan bagi anak dalam belajar.

Pada hari Selasa tepatnya pada tanggal (30/04/24), secara khusus telah terselenggara seminar parenting yang dikemas dalam bentuk diskusi interaktif antara pihak sekolah dengan orangtua/ wali murid dari RA Al Masithoh. Acara tersebut merupakan kolaborasi hebat antara kelompok Asistensi Mengajar PIAUD UIN Malang dengan lembaga RA Al-Masithoh untuk mewujudkan sinergi dalam membangun generasi yang unggul. Seminar Parenting yang diadakan berlangsung di Gedung I RA Al Masithoh Tegalgondo Kec. Karangploso dengan menghadirkan narasumber luar biasa dalam bidangnya dan juga merupakan Dosen PIAUD UIN Malang yakni Ibu Dr. Melly Elvira, M.Pd.

Bukan hanya itu, acara seminar parenting tersebut dihadiri oleh Pihak Sekolah Khususnya Ibu Kepala Sekolah yakni Ibu Miftakhul Jannah, S.Pd yang secara langsung membuka acara melalui sambutannya beliau mengatakan sangat senang dan menyambut antusias dari terselenggaranya acara seminar parenting tersebut. Dari Acara seminar parenting tersebut beliau berharap bahwa akan adanya acara serupa yang terus diadakan di RA Al-Masithoh sebagai langkah dan upaya belajar bersama dalam mendidik serta merawat anak untuk menciptakan generasi yang unggul di masa depan. Dengan hadirnya Guru Kelas dan Staff RA Al Masithoh, Ibu Sandy Tegariyani Putri, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Orangtua/  Wali Murid Anak, serta Mahasiswa/I asistensi mengajar yang ikut serta dalam mensukseskan terselenggaranya acara tersebut.

    

Kendati acara seminar yang dilaksanakan terasa singkat yang dimulai pukul 08.00- 10.30 WIB. Namun, hal tersebut tidak menghalangi bagi narasumber dalam menyampaikan materi yang luar biasa serta pengetahuannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak pada masa perkembangan yang sudah sangat pesat ini. Kemudian lebih lanjut, peserta seminar sangat penuh perhatian dalam menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber.

Banyak hal yang dapat disoroti dalam sesi diskusi interaktif tersebut, seperti halnya Ibu Melly Elvira menyampaikan bahwa banyak tolak ukur yang harus dipertimbangkan dalam memilih pola asuh yang tepat salah satunya yakni harus melihat karakteristik anak. Jika orangtua sudah mengenali setiap karakteristik anaknya, maka akan mampu pula dalam memilih pola asuh yang sesuai dengan anak. Secara lebih lanjut, beliau juga menjelaskan beragam tipe pola asuh yang umum di kalangan masyarakat yakni diantaranya pola asuh otoriter (pola asuh yang menerapkan ketegasan atau dalam artian ketat dalam membimbing anaknya untuk mematuhi setiap aturan serta perintah dalam mendisiplinkan anak, sehingga anak cenderung cemas dan takut), pola asuh Permissif (dapat dikatakan sebaga pola asuh Tengah yakni pola asuh yang tidak terlalu mengekang dan tidak pula membebaskan anak, pola asuh ini cenderung memberikan arahan serta aturan pada anak), dan yang terakhir pola asuh demokratis (pola asuh yang dalam hal ini  orangtua sudah menetapkan aturan yang jelas dan terstruktur).

Pada sesi lanjutan, beliau juga menyampaikan poin penting sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yakni “DIdiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka bukan hidup di zamanmu”. Hal tersebut memang sesuai dengan kondisi saat ini, dimana perkembangan digitalisasi yang sangat pesat didukung dengan era perkembangan yang semakin maju, sehingga tidak menutup kemungkinan anak yang akan mengikuti arus zaman. Hal lainnya yang sangat menarik yakni mengenai pentingnya pola asuh pada anak yang berdampak pada segala aspek anak, salah satunya yakni karakteritik anak. Pola asuh dapat membentuk karakter anak seperti kepercayaan diri, pengendalian emosi, kemandirian, empati kepada sesama, dan pengendalian diri pada anak.

Ada hal penting yang perlu digarisbawahi mengenai pola asuh dimana setiap pola asuh itu dapat dikatakan tidak ada yang “salah” bagi setiap anak. Akan tetapi, pola asuh yang tepat disesuaikan dengan karakteristik setiap  individu anak. Jadi, setiap orangtua perlu memahami setiap karakteristik serta perilaku anak.

Tak kalah menarik Ibu Melly Elvira juga menyampaikan tips yang bisa diterapkan oleh orangtua dalam menasehati anaknya ketika melakukan suatu kesalahan. Caranya dimulai dengan penerapan 1 menit berarti yakni 30 detik untuk menunjukkan kesalahan anaknya, kemudian 30 detik selanjutnya anak di berikan pujian atas tindakan yang dilakukannya. Seperti contoh anak pergi main jauh dari rumah itu dapat dikatakan Tindakan yang ‘salah’, namun anak dipuji atas tindakannya karena memberi kabar ke ibunya lewat ibu temannya itu merupakan tindakan yang ‘benar’.

Tidak hanya itu, kepribadian anak juga terbentuk dengan adanya Kerjasama melalui mitra lembaga yakni sekolah sebagai langkah dalam berkolaborasi membentuk kepribadian anak. Dalam hal ini, orangtua harus memberikan kepercayaan pada pihak sekolah dalam mendidik anak. Kerjasama (partnership) juga dibangun sebagai upaya sekolah dalam memberikan informasi mengenai perkembangan anak. Kerjasama dibentuk dengan adanya tahapan seperti buku penghubung, sesi konsultasi antara pihak orangtua dengan guru kelas, pedoman kurikulum dan lain sebagainya.

Pada sesi akhir seminar, seluruh orangtua wali murid masih terus antusias dalam menyimak materi yang diberikan oleh narasumber dengan disambung sesi tanya jawab sebagai penguatan materi serta forum diskusi bersama narasumber. Banyak orangtua yang mengajukan pertanyaan megenai apa yang sedang dialami pada perkembangan anaknya, dan secara langsung dijawab oleh narasumber. Setelah sesi diskusi berakhir, acara ditutup dengan do’a, sesi foto bersama dan penutup.

 

Kontributor :

  • Laila Nur Fitria (210105110033)
  • Fitri Surya Meliana (210105110050)
  • Muhammad Rifqi Aufan (210105110061)
  • Rania Raihana (210105110069)

Berita Terkait