MIU Login

“Sinergi Cinta Ayah Bunda, Kunci Membentuk Generasi Tangguh” Meriahkan Seminar Parenting dan Halal Bihalal di RA Muslimat NU 17 Arjosari

Malang, 12 April 2025. Suasana penuh kehangatan dan semangat kolaboratif terasa di RA Muslimat NU 17 Arjosari saat seluruh wali murid, guru, warga sekitar, dan pengurus yayasan berkumpul dalam kegiatan Seminar Parenting bertema “Sinergi Cinta Ayah Bunda Membentuk Generasi Tangguh”. Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena bertepatan pula dengan agenda Halal Bihalal yang dilaksanakan bersama KB Bunga Bangsa dan RA Muslimat NU 17.

Diselenggarakan oleh mahasiswa Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa Program Studi PIAUD UIN Malang, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Parenting dan Konseling yang dibimbing oleh Rikza Azharona Susanti M. Pd dan Prof. Esa Nur Wahyuni. Mahasiswa menjalankan kegiatan ini di bawah arahan langsung dari dosen pembimbing lapangan, Dr. Nur Laeli Fitriah, M.Pd

Seminar ini menghadirkan narasumber utama, Bapak Kelik Desta Rahmanto,M.Pd dosen PIAUD UIN Malang, yang memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya peran sinergis ayah dan bunda dalam membentuk karakter dan ketangguhan anak sejak usia dini.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh peserta didik kelas A RA Muslimat NU 17, dilanjutkan lagu Indonesia Raya, sambutan hangat dari Kepala Sekolah yang juga merupakan pengurus yayasan, serta penampilan spesial dari anak-anak RA.

Tarian “Kelinci” yang menggemaskan dibawakan oleh adik-adik kelas A, disusul dengan lagu “Kupu-Kupu” yang dibawakan penuh semangat oleh anak-anak RA, sukses mencuri perhatian para tamu undangan dan orang tua yang hadir.

Menginjak di acara seminar :

Dalam sesi materi, Bpk. Kelik Desta Rahmanto menjelaskan bahwa

sinergi cinta ayah dan bunda bukan sekadar kerja sama dalam mengasuh anak, melainkan penyatuan nilai, perhatian, dan kasih sayang dalam satu visi pendidikan keluarga.

Beliau menekankan bahwa cinta seorang ayah yang penuh ketegasan dan cinta seorang ibu yang penuh kelembutan merupakan kombinasi ideal yang saling melengkapi.

Ayah dan ibu perlu saling mendukung dalam setiap fase perkembangan anak dari membentuk kebiasaan positif, menanamkan nilai-nilai agama dan moral, hingga membangun rasa percaya diri dan keberanian. Ketika anak melihat kedua orang tuanya kompak, saling menghormati dan bekerja sama, maka ia tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara emosional dan sosial.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan penuh antusiasme dari para wali murid. Salah satu pertanyaan yang mencuri perhatian datang dari seorang ibu yang menanyakan, “Bagaimana cara menangani anak yang orang tuanya sudah bercerai, agar tetap bisa tumbuh seperti anak-anak yang memiliki orang tua utuh?”

Menanggapi hal ini, Bapak Kelik Desta menyampaikan bahwa meskipun orang tua telah berpisah, cinta dan peran keduanya tetap sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Yang paling utama adalah menjaga komunikasi yang sehat dan stabil antara kedua orang tua demi kepentingan anak.

Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tapi anak membutuhkan kasih sayang yang konsisten dan tidak saling menyalahkan. Meskipun sudah tidak bersama, ayah dan ibu tetap bisa hadir dalam hidup anak dengan cara saling mendukung peran masing-masing secara terkoordinasi.

 

Beliau juga menambahkan bahwa penting bagi orang tua tunggal untuk tetap membuka ruang bagi anak untuk mencintai kedua orang tuanya, tanpa tekanan atau konflik emosional. Lingkungan sekolah dan keluarga besar juga diharapkan bisa menjadi sistem pendukung (support system) yang memperkuat rasa aman dan percaya diri anak.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat yang diberikan oleh ibu kepala sekolah dan doa bersama yang dipimpin oleh Abah Warto, kemudian dilanjutkan dengan bersalam-salaman sebagai simbol kehangatan dan silaturahmi dalam nuansa Halal Bihalal.

Melalui seminar ini, para orang tua diajak untuk menyadari bahwa peran ayah dan bunda bukan untuk bersaing, melainkan bersinergi. Dengan cinta yang saling melengkapi, bahkan dalam kondisi keluarga yang tidak ideal sekalipun, setiap anak tetap bisa dibentuk menjadi pribadi tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Penulis :

Alfi Najmi Rahmania 220105110020

Annisa Rosana Basae 220105110033

Anita Intana Lina 220105110070

Eliyah Karimah 220105110052

Umrotun Najiyah 220105110049

DPL: Dr. Nur Laeli Fitriah,M. Pd

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait