Kesejahteraan anak merupakan indikator penting dari kemajuan menuju pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs adalah program baru sebagai penerus Millennium Development Goals (MDGs) beberapa tahun silam. Program ini memiliki tujuan yang sangat baik dimasa depan, yaitu untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan. Tidak hanya itu saja, program ini juga menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, lingkungan hidup serta terlaksananya pengelolaan kehidupan dari generasi ke generasi selanjutnya.
Generasi yang dinanti adalah generasi yang terbentuk dari pendidikan yang berkualitas. Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Malang mengadakan kuliah tamu yang dilaksanakan pada Selasa (13/6) di Aula Microteaching lantai. Acara tersebut dilaksanakan sebagai cikal bakal terbentuknya generasi yang baik dimasa depan. Prodi PIAUD menghadirkan narasumber yang sangat disegani dan sangat istimewa yaitu Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd. kepala prodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN SUKA). Kuliah tamu kali ini mengusung tema yang menarik, yakni “Pendidikan Islam Anak Usia Dini Berkelanjutan untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030”. Dengan dihadiri para Dosen PIAUD serta Dr. Muhammad Walid, M.A sebagai Wakil Dekan 1 FITK yang turut hadir pada kuliah tamu kali ini.
“Negara ini tidak akan maju jika pendidikan anak itu tidak baik. Begitupun jika pendidikan baik maka negara akan maju” Kalimat yang disampaikan oleh Pak Walid kala memberikan sambutan. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa “Pendidikan anak usia dini itu pondasi. Baik dan tidaknya perilaku anak tergantung pada orang tua dan lingkungan sekitar. Tidak hanya itu kecerdasan akan mencapai 90% maksimal karena pendidikannya”.
Setelah sambutan Pak Walid berakhir, tibalah saatnya Prof Sigit, sapaan akrab pemateri menyampaikan kepada kami semua khususnya angkatan 2020 dan 2022 PIAUD yang hadir pada acara kuliah tamu tersebut.”Apa makna kesejahteraan?”, kalimat pemantik dari Prof. Sigit sebelum lebih lanjut menyampaikan materi. Berkaitan dengan tema, dimana kelak kami yang dipersiapkan menjadi pendidik anak mampu mensejahterakan anak. “Jika anak disiapkan sebaik-baiknya tidak mustahil akan bahagia”, tambah Prof. Sigit. Beliau menekankan lagi dengan pertanyaan “Apakah anak-anak sudah betul-betul mendapat kesejahteraan?”. Sejatinya kesejahteraan anak usia dini merujuk pada kondisi dimana anak mendapatkan segala yang dibutuhkannya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun intelektual.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diestimasikan tidak hanya ratusan, melainkan jutaan anak yang tinggal di daerah rawan gempa, tsunami, longsor, erupsi gunung berapi, dan banjir. Oleh sebab itu, tujuan yang utama dalam pembangunan berkelanjutan adalah pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Mahasiswa/i PIAUD UIN Malang sangat antusias dengan tema yang diangkat pada kuliah tamu kali ini. Nampak dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan, layaknya mereka sudah menyiapkan diri dan memiliki gambaran untuk terjun mensejahterakan anak. Harapan Prof. Sigit dan mungkin juga harapan besar kami, semoga kelak dapat menjadi pendidik, guru, maupun orang tua yang dapat mensejahterakan anak-anak, dan mencapai SDGs 2030 yang fokus pada anak-anak dan kesetaraan. Tujuan mensejahterakan akan tercapai jika menjangkau semua anak di manapun mereka berada.





