Semangat literasi kembali mekar di kalangan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) angkatan 2023, Riska Ainur Rohmah, berhasil menerbitkan buku perdananya yang berjudul “Dibalik Rapuhmu Ada Harapan yang Bertahan.” Karya ini lahir dari pengalaman hidup pribadi yang penuh tantangan dan perjuangan, serta menjadi bentuk nyata bagaimana kepedihan bisa berubah menjadi kekuatan dan inspirasi.

Riska, yang berasal dari Kota Malang, sejak lama memiliki hobi menulis. Aktivitas menulis baginya bukan sekadar menuangkan kata, tetapi juga sarana untuk menyembuhkan diri dan menyampaikan pesan kepada dunia. Ide untuk menulis buku ini muncul dari kisah hidupnya sendiri. Dalam perjalanannya, Riska pernah berada di titik terendah dan mengalami masa sulit yang hampir membuatnya menyerah pada kehidupan. Namun, ia berhasil bangkit berkat dukungan teman-teman dan orang-orang terdekat yang selalu memberikan semangat.
“Buku ini saya tulis untuk memberi semangat kepada siapa pun yang sedang merasa lelah dan putus asa. Dibalik setiap keringat dan air mata, selalu ada harapan yang menanti. Jangan menyerah, karena kamu lebih kuat dari yang kamu pikirkan,” ungkap Riska dalam sesi wawancara.
Buku “Dibalik Rapuhmu Ada Harapan yang Bertahan” bukan sekadar kumpulan kata-kata motivasi, melainkan curahan hati dan pengalaman hidup nyata yang dikemas dengan bahasa yang menyentuh. Melalui tulisannya, Riska ingin mengajak pembaca untuk melihat sisi terang dari setiap kesulitan dan menyadari bahwa tidak ada badai yang abadi. Selain aktif menulis buku, Riska juga gemar menulis cerpen yang banyak terinspirasi dari kisah nyata. Cerita-cerita pendek yang ia buat sering kali menggambarkan perjuangan, makna kehidupan, dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan. Menurutnya, menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan tanpa harus berteriak.
Dalam pesannya untuk para penulis pemula, Riska menyampaikan motivasi yang mendalam. “Motivasi saya untuk penulis khususnya pemula adalah jangan takut memulai untuk menulis. Semua penulis hebat juga pernah merasa ragu dan tidak percaya diri. Yang penting bukan seberapa sempurna tulisanmu, tapi seberapa berani kamu untuk terus menulis dan belajar. Terkadang tulisan sederhana bisa menyentuh hati orang lain. Jadi, percayalah pada proses dan jangan berhenti hanya karena takut salah,”
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Riska dan juga bagi lingkungan kampus. Kehadirannya sebagai penulis muda diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu menuangkan ide dan pengalaman dalam bentuk karya nyata. Ia juga bertekad untuk terus berkarya dan menghadirkan tulisan-tulisan yang membawa semangat serta harapan bagi banyak orang. Melalui bukunya, Riska mengingatkan bahwa di balik setiap kerapuhan selalu ada kekuatan yang tersembunyi. Harapan tidak akan pernah hilang selama seseorang mau bertahan.
“Hidup tidak selalu mudah, tapi dari kesulitanlah kita belajar menjadi kuat,”
Cr By : equal.perspiaud





